Sabtu, 09 Desember 2017



MASA LALU YANG TAK TERLUPAKAN




  Slalu ingat dan di kenang............................................!


MASA TEMPO DULU
     
       Ingat masa laluku ,ingat tempo dulu , di kenang waktu kebersamaan.............!
 
   
 

Minggu, 12 Maret 2017


Bupati Ciamis Serahkan BSPS Bagi 60 Warga di Purwadadi

Foto : Bupati Ciamis Saat Menyerahkan Buku Tabungan Kepada Salah Satu Warga Desa Pasirlawang Yang Mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Buletin Indonesia News
Ciamis, -- Penyerahan Buku Tabungan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Tahun Anggaran 2016 di laksanakan di Kantor Kepala Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis, Senin (31/10/16).
Acara tersebut di hadiri oleh, Bupati Ciamis Drs. H. Iing Syam Arifin, Kepala Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Ciamis H. Oman Rohman, Kepala BTN Kantor Cabang Tasikmalaya, Camat  beserta Muspika Kecamatan Purwadadi, Kapolsek Purwadadi, Danramil Purwadadi, Kepala Desa Pasirlawang, dan para Penerima Program BSPS.
Pada kesempatannya, Bupati Ciamis mengatakan, berdasarkan hasil survey di bidang perumahan bahwa di Kabupaten Ciamis terdapat kurang lebih 40 ribu rumah yang dinyatakan tidak layak huni. Dan hal inilah yang menjadi tantangan bagi Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam rangka penanganan rumah tidak layak huni yang merupakan upaya untuk mewujudkan pendidikan keluarga yang bermanfaat.
Di Tahun 2016 , kata Iing, Kabupaten Ciamis mendapatkan alokasi untuk BSPS sebanyak 857 (delapan ratus lima puluh tujuh) unit rumah yang di arahkan untuk perbaikan kualitas dan pembangunan baru yang tersebar di 9 (Sembilan) Desa dengan rincian sebanyak 410 unit dari BSPS Strategis dan 447 unit dari BSPS Reguler dengan nilai total bantuan sebesar Rp. 14.120.000.000 (empat belas milyar seratus dua puluh juta rupiah).  Termasuk bantuan untuk Desa Pasirlawang sebanyak 60 (enam puluh) unit rumah dengan nilai Rp. 900.000.000 (sembilan ratus juta rupiah)
Ia menambahkan, selain alokasi untuk Desa Pasirlawang, desa lain di Kecamatan Purwadadi juga yakni Desa Kertawaringin  mendapatkan BSPS sebanyak 87 unit.
“Bantuan yang sangat besar ini tentunya harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat penerima bantuan, guna mewujudkan rumah yang layak huni sesuai dengan outcome dari program ini”, ungkapnya.
Iing berpesan kepada seluruh stakeholders dan masyarakat yang terlibat dalam program BSPS untuk lebih memperhatikan, agar pelaksanaan pembangunan rumah segera dilakukan dengan cara bergotong royong mengingat waktu pelaksanaan yang terbatas, terus melakukan koordinasi dengan tenaga fasilitator lapangan atau dengan Kepala Desa setempat selaku tim teknis, serta memperhatikan kualitas bahan bangunan dan progress pelaksanaan pekerjaan baik dari sisi pelaksanaan  maupun dari sisi administrasi.
“Saya menegaskan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada gangguan dari pihak manapun, termasuk jika ada yang memotong dana tersebut, Saya akan menindak tegas pelakunya, apalagi jika pelakunya adalah perangkat Kecamatan atau perangkat Desa  tidak segan-segan akan saya pecat”, jelasnya. 
Di akhir kegiatan, Bupati Ciamis menyerahkan Buku Tabungan program BSPS kepada 6 (enam) orang warga Desa Pasirlawang, dengan jumlah uang  masing-masing sebesar 15 juta Rupiah. (Lilis Susilawati)

Sabtu, 04 Maret 2017

10 Jenis Sholat yang Tidak Diterima Allah

RASULULLAH saw bersabda: “Islam dibangun di atas lima hal; bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allâh dan Nabi Muhammad adalah utusan Allâh, menegakkan shalat….” (HR Bukhâri dan Muslim).
Seorang Muslim tentu sudah paham betul bahwa sholat merupakan tiang dari dien ini. Oleh karena itu, ketika muadzin mengumandangkan adzan, kaum muslimin berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah Allâh Ta’ala, mengambil air wudhu, kemudian berbaris rapi di belakang imam shalat mereka. Mulailah kaum muslimin tenggelam dalam dialog dengan Allâh Ta’ala dan begitu khusyu’ menikmati shalat sampai imam mengucapkan salam. Dan setelah usai, masing-masing kembali pada aktifitasnya.
Imam Hasan al-Bashri rahimahullâh pernah mengatakan: “Wahai, anak manusia. Shalat adalah perkara yang dapat menghalangimu dari maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangimu dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya engkau belum shalat”.
Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Barang siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim).
Kemudian Rasulullah saw juga bersabda bahwa: “10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah swt, di antaranya:
1. Lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Lelaki yang melarikan diri.
5. Lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (taubat).
6. Perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba’.
10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan munkar.”
Sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah swt dan jauh dari Allah.” Hassan r. a berkata : “Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”

Jumat, 15 Juli 2016

JENJANG KARIR GURU (PAUD) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BELUM ADA KEPASTIAN

CIASMIS TENTARA-POLISI Kesejahteraan guru PAUD Non Formal khususnya jenis layanan Kober hingga saat ini dirasa masih jauh dari kata sejahtera. Hampir seluruh PAUD di Kecamatan Purwadadi  hanya mengandalkan iuran dari orang tua saja untuk memenuhi kebutuhan operasional lembaganya. Meski sekali – kali dapat bantuan BOP namun itu masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional lembaganya.

Bu Aat Solihat salah seorang guru di Kober Babul Ilmi Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi mengungkapkan waktu di temui media TENTARA POLISI” Selama mengabdi di Kober Babul Ilmi benar – benar diniatkan lillahi ta’ala. Pernah sekali dapat bantuan BOP itu dialokasikan untuk kepentingan lembaga. Kalau untuk operasional guru itu hanya ala kadarnya saja. Hal ini bertujuan supaya sarana dan prasarana di lembaga semakin baik. Oleh karena itu saya berharap untuk kesejahteraan guru- guru PAUD Non Formal khususnya Jenis layanan Kober untuk lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Barangkali nantinya ada kesempatan untuk jadi PNS atau ada peluang untuk ikut sertifikasi seperti guru- guru PAUD Formal. *****(TM)

Selasa, 10 Mei 2016

Asal Usul Suku Jawa,




Suku Jawa adalah suku bangsa terbesar yang tinggal di Indonesia dengan jumlah sekitar 120 juta jiwa atau sekitar 45% populasi manusia di Nusantara. Bukan hanya tinggal di pulau Jawa, orang-orang dari suku ini juga menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, terutama setelah dilakukannya program transmigrasi oleh pemerintahan Orde Baru pada 4 dasawarsa silam. Asal Usul Suku Jawa Suku Jawa kini memang telah menyebar ke seluruh nusantara, bahkan dunia. Namun tak banyak orang tahu tentang bagaimana sejarah dan asal usul orang Jawa hingga bisa tinggal dan menetap di pulau yang sekarang mereka sebut pulau Jawa itu. Apakah memang nenek moyang suku Jawa adalah asli penduduk pribumi di sana? Ataukah mereka berasal dari belahan bumi lain yang datang dan menjadi pendatang? Untuk lebih jelasnya berikut ini ada beberapa teori yang menjelaskan tentang bagaimana sebetulnya asal usul suku Jawa di Indonesia. Menurut Arkeolog Teori tentang asal usul suku Jawa yang pertama dikemukakan oleh para arkeolog. Ya, para arkeolog meyakini jika nenek moyang suku Jawa memang pribumi yang tinggal sejak satu juta tahun yang lalu di pulau Jawa. Berdasarkan penelitian yang mendalam, mereka telah menemukan beberapa fosil seperti Pithecanthropus Erectus dan Homo sapiens. Kedua fosil ini diperkirakan adalah manusia purba yang menjadi nenek moyang suku Jawa. Setelah dilakukan perbandingan, DNA manusia purba ini ternyata memang tidak berbeda jauh dengan Manusia suku Jawa saat ini. Menurut Sejarawan Berbeda dengan pendapat para arkeolog, para sejarawan justru meyakini jika asal usul suku Jawa berasal dari orang-orang Yunan, China masa lampau yang melakukan pengembaraan ke seluruh wilayah nusantara. Pendapat ini sangat terkait erat dengan teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dan memiliki cukup banyak bukti kuat. Untuk mengetahui bukti-bukti tersebut, Anda dapat berkunjung pada artikel ini. Menurut Tulisan Kuno India Ada sebuah tulisan kuno yang berasal dari India menyebut jika beberapa pulau di Nusantara termasuk juga Nusa Kendang –sebutan pulau Jawa pada zaman itu adalah tanah yang menyatu dengan daratan Asia dan Australia. Pulau Jawa dan beberapa pulau lainnya kemudian terpisah oleh meningkatnya permukaan air laut dalam jangka waktu yang lama. Adapun dalam tulisan tersebut disebutkan pula bahwa seorang pengembara bernama Aji Saka adalah orang yang pertama kali menginjakan kaki di daratan Jawa ini. Ia menetap di sana bersama beberapa orang pengawalnya dan menjadikan mereka sebagai nenek moyang orang dari suku Jawa. Menurut Babad Jawa Kuno Asal usul nenek moyang suku Jawa juga disebutkan dalam Babad Kuno tanah Jawa. Dalam babad ini diceritakan bahwa seorang pangeran dari kerajaan Kling bersama para pengikutnya yang tersisih akibat perebutan kekuasaan membuka lahan baru di sebuah pulau terpencil dan masih belum berpenghuni. Mereka hidup menetap dan berkoloni membentuk sebuah kerajaan baru di sana dan membangun peradabannya sendiri. Kerajaan tersebut pada masa selanjutnya dikenal dengan nama Javaceckwara. Menurut Surat Kuno Keraton Malang Sejarah tentang asal usul suku Jawa juga ditemukan dalam sebuah surat kuno dari keraton Malang. Dalam surat itu disebutkan bahwa asal usul orang Jawa dimulai ketika Raja Rum – Raja dari kesultanan Turki pada 450 tahun SM mengirim rakyatnya untuk membuka lahan di pulau kekuasaannya yang masih belum berpenghuni. Para rakyat yang dikirim terbagi menjadi beberapa gelombang ini merasa sangat senang karena menemukan pulau yang sangat subur. Tanaman mudah hidup dan bahan pangan mudah ditemukan. Salah satu tanaman yang banyak tumbuh liar di pulau ini adalah tanaman Jawi. Oleh orang-orang yang datang, nama tanaman ini kemudian dijadikan nama pulau tersebut, Pulau Jawi. Nah, itulah beberapa teori tentang asal usul suku Jawa di Indonesia dan perkembangannya. Teori mana yang lebih Anda yakini? Entahlah, sayapun tak tahu pasti. Semoga bermanfaat.

Sumber: 
http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/asal-usul-suku-jawa-orang-jawa-harus.html